Senin, 22 April 2019

Cara Menjadi Kontraktor Rumah Terbaik

Kontraktor rumah sudah menjadi hal yang tak asing bagi masyarakat di Indonesia. Banyak bermunculan kontraktor rumah di Surabaya, Kontraktor rumah di Jakarta dan banyak bermuculan juga di kota yang lain. Pemilik rumah jadi memiliki banyak alternatif.

Kontraktor juga sinonim dengan pemborong pembangunan rumah. Kontraktor yang baik harus mampu mengelola dengan benar proyek. Tidak hanya memikirkan keuntuntungan yang diperoleh. Saat ini, ada beberapa kontraktor yang cenderung kurang baik. Akibat kecurangan material yang dikerjakan tidak sesuai spesifikasi dan mengambil yang bukan haknya. Namun masih banyak juga kontraktor yang bekerja dengan kejujuran tinggi karena modal awal seorang kontraktor rumah adalah kepercayaan.

Kontraktor rumah adalah seseorang yang mengerjakan sebuah proyek rumah dengan harga yang telah disepakati bersama dengan clien sebagai pemilik rumah. Kontraktor dapat bekerja dengan sistem borongan dengan  harga yang sudah disepakati, ada juga dengan sistem harian.

Berbeda dengan sistem harian yang dibayar upah tenaga per hari. Kontraktor akan mendapatkan fee yang disepakati bersama. Pemilik rumah membayar tukang setiap hari & membelikan material sesuai kebutuhan proyek setiap hari.

Menjadi kontraktor rumah yang baik, harus mempunyai kemampuan di bidang pembangunan proyek baik masalah teknis maupun pengelolaan keuangan. Kontraktor harus mempunyai SDM atau tenaga kerja yang bagus. Bagus di sini yang dimaksud adalah mempunyai produktivitas yang tinggi per harinya.

Jika sudah ada klien yang meminta kontraktor untuk membangunkan rumahnya. Hal pertama yang kita tanyakan adalah budget yang dipunya klien. Budget pembangunan rumah akan berhubungan dengan desain gambarnya. Buatkan desain gambar sesuai budget yang ada. Perjelas dengan klien tentang gambar desain yang diajukan. Jangan sampai nanti ada perubahan saat pembangunan rumah.

Kontraktor Rumah sebaiknya mebuatkan RAB (rencana angggaran biaya). Agar total biaya pembangunan rumah, tidak melebihi budget klien. Pastikan kita harus selalu update terbaru harga material dan upahnya. Dalam penyusunan RAB tersebut harus tercantum jumlah jasa koordinasi pelaksanaannya misalnya 4%.

Kontraktor juga harus mengikuti perkrmbangaan pengurusan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Pengurusan IMB dengan bantuan orang yang sudah biasa mengurus perijinan.

Sebelum pelaksaaan pembangunan sebaiknya didahului dengan membuat perjanjian kontrak pekerjaan antara kontraktor rumah dengan klien atau pemilik rumah. di dalam kontrak tersebut harus tercantum semua metode pembayaran. Biasanya menggunakan sistem termin. Misalkan pembayaran 1 (DP30%), pembayaran 2 ( 35%), Pembayaran 3( 30%), dan pembayaran terakhir untuk retensi (5%).

Setelah tanda tangan kontrak di atas materai,  maka siap pelaksanaan lapangan. Pada dasarnya menjadi kontraktor rumah harus mempunyai kemampuan spekulasi yang tinggi dan berani mengambil keputusan. Karena di dalam proyek semua kemungkinan bisa terjadi. Susksenya kontraktor rumah dalam pembangunan, perlu adanya kerjasama yang baik dari pemilik rumah




Tidak ada komentar:

Posting Komentar